IDEALISME DAN INTEGRITAS PROFESI
MENJADI HARAPAN BAGI PARA TUNAS BANGSA
Oleh : Nur Budiono
Setiap manusia pasti memiliki idealisme dalam kehidupan .Langkah hidupnya , pandangan hidupnya serta sikap hidupnya adalah cermin idealisme seseorang.Terlepas apakah selaras dengan hati dan ucapannya. Permasalahan yang begitu kompleks menjadikan idealisme kita terenggut, bahkan kita kehilangan hal itu manakala kita dihadapkan mempertahankan idealisme atau keselamatan dalam eksistensinya di sebuah komunitas. Dua pilihan yang berat kita pilih , kita mempertahankan idealisme maka kita terpental dari komunitas kita dan mementingkan keselamatan kita kehilangan idealisme.
Profesionalisme guru mutlak dituntut demi tercapainya tujuan pendidikan.Sertifikasi merupakan isu tepat sebagai contoh mempertahankan idealisme atau keselamatan .Tidak jarang demi sebuah materi dan melihat kesejahteraan sertifikasi pendidik rela melakukan berbagai kecurangan baik secara individu bahkan secara teroganisir , mulai pemalsuan SK, sertifikat , bahkan memanipulasi data yang ada . Idealisme guru di sini diuji , mampukah pendidik sebagai teladan siswanya mempertahankan idealisme sebagai seorang pendidik ataukah demi keselamatan dalam komunitas akhirnya pendidik melepaskan idealisme tersebut.
Dalam kehidupan relegius hampir semua agama mengakui bahwa memanipulasi , pemalsuan dan tindakan yang sama dengan kenyataannya adalah nista.Pembohongan ini jika dilakukan bukan hanya merugikan diri sendiri akan tetapi lembaga yang bersangkutan secara tidak sadar telah mencoreng nama baik lembaga, secara negara bahwa yang bersangkutan telag mencederai amanat undang-undang pendidikan dalam hal profesionalisme bahkan bagaimana status tunjangan yang telah didapatkan ?
Kompleksnya persoalan tersebut menuntut kita agar kuat dan tetap berada di jalan-Nya .Guru adalah profesi mulia di mata negara dan agama yang memiliki posisi menentukan arah anak bangsa ke depan. Haruskah kita korbankan pertanggungjawaban kita kelak kepada-Nya demi sebuah materi semata dengan berbagai alasannya. Nabi kita mengingatkan tentang bahayanya materi yang didapatkan dari usaha yang tidak benar.
Suatu profesi dikatakan sebagai panggilan hidup apabila profesi tersebut mengembangkan orang lain ke arah sempurnaan .Pekerjaan tersebut mampu membantu mengembangkan orang lain ,artinya dengan aktifitas pekerjaan tersirat nilai pelayanan bagi orang lain dan ada unsur sosial dalam pekerjaan itu. Hal ini jelas bahwa guru terlbat dalam pekerjan yang memiliki nilai tinggi dan strategis. Dengan demikian guru senantiasa dari waktu ke waktu berusaha untuk mengembangkan kecerdasan intelektual, kepribadian dan kecerdasan sosial dalam rangka mendukung tugas-tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.
Melihat kenyataan yang telah terpaparkan di atas maka keteguhan diri ini sebagai seorang yang patut untuk digugu dan ditiru harus tetap solid dan berpegang pada pendirian bahwa sesuatu yang telah kita terima sesuaikah dengan apa yang telah kita perbuat serta sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk anak didik kita sebagai calon tunas bangsa . Oleh karena itu kita harus tetap berkomitmen untuk tetap memiliki integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugas secara profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar